Fakultas Adab dan Humaniora Hadirkan Siswa MAN 2 Kota Jambi sebagai Pemakalah dalam Konferensi Internasional ICOLL 2026

Berita, Berita Lembaga 3 menit baca 27 kali dilihat

Jambi, 5 November 2026 – Konferensi Internasional ke-3 tentang Budaya, Bahasa, dan Literasi (The 3rd International Conference on Culture, Language, and Literacy atau ICOLL) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menghadirkan peserta dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat, ruang Amfiteater, lantai empat, ini mengangkat tema “Interdisiplinary Approach on History, Culture, and Language: Strengthening Humanities for Sustainable Civilization”. 

Salah satu pemakalah yang menarik perhatian dalam forum ilmiah internasional tersebut adalah Bagas Rakhiyandaru, siswa MAN 2 Kota Jambi. Keikutsertaan Bagas menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam mengembangkan tradisi akademik dan memperluas wawasan keilmuan melalui forum internasional. Dalam kesempatan tersebut, ia mempresentasikan hasil penelitian yang mengangkat tema “Bakarang Tradition : Islamic Conservastion ethics Customary Term” (Tradisi Bakarang: Istilah Adat dalam Etika Konservasi Islam).

Dalam pemaparannya, Bagas menjelaskan penelitian berjudul tentang tradisi bekarang di Lopak Sepang, Desa Tebat Patah, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa kearifan lokal masyarakat seringkali memiliki keselarasan dengan nilai-nilai etika lingkungan dalam Islam. Namun, bagaimana keselarasan tersebut diwujudkan dalam praktik kehidupan masyarakat masih memerlukan kajian lebih mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini menelusuri dasar pemikiran, idiom keagamaan, serta otoritas sosial yang digunakan masyarakat untuk melegitimasi keberlangsungan tradisi tersebut.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat informan, yang diperkuat dengan dokumentasi lapangan dan dokumen lokal. Analisis penelitian menggunakan teori konstruksi sosial atas realitas dari Berger dan Luckmann untuk memahami proses legitimasi tradisi, serta konsep hima dalam Islam, yaitu gagasan mengenai kawasan yang dilindungi dan dikelola untuk kepentingan bersama, sebagai perspektif analisis terhadap praktik konservasi lingkungan masyarakat setempat.

Berdasarkan temuan awal, terdapat tiga lapisan legitimasi dalam pelaksanaan tradisi bekarang. Pertama, perlindungan terhadap lubuk atau bagian sungai yang dalam didasarkan pada kepentingan ketahanan pangan masyarakat desa dan pencegahan kepunahan ikan lokal, sehingga keberadaan sumber daya genetik atau plasma nutfah ikan tetap terjaga. Kedua, proses pembukaan dan penutupan lubuk melibatkan praktik keagamaan berupa doa bersama dan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin tokoh agama, sedangkan kewenangan dalam menjaga dan mengatur tradisi berada di tangan para pemangku adat. Ketiga, terdapat pandangan seorang tokoh agama yang mengenal konsep hima dan menduga bahwa tradisi lubuk larangan memiliki keterkaitan atau kemungkinan terinspirasi dari konsep tersebut, meskipun hal ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Melalui penelitian ini, Bagas menyimpulkan bahwa legitimasi keagamaan terhadap praktik konservasi lingkungan berbasis kearifan lokal terbentuk melalui berbagai lapisan, mulai dari kepentingan ekologis dan ketahanan pangan, praktik keagamaan, hingga otoritas adat. Keikutsertaan siswa MAN 2 Kota Jambi dalam ICOLL ke-3 Tahun 2026 ini menjadi kontribusi positif generasi muda dalam forum akademik internasional sekaligus memperkaya diskursus tentang peradaban Islam, budaya Melayu, kearifan lokal, dan keberlanjutan lingkungan. Kehadiran penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan tradisi lokal memiliki potensi besar untuk dikaji secara ilmiah serta dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun masa depan yang berkelanjutan.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 Fakultas Adab & Humaniora. All Rights Reserved.