Fakultas Adab & Humaniora
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Fakultas Adab dan Humaniora UIN STS Jambi Adakan Seminar Ilmiah Bagi dosen.

Dalam Rangka Meningkatkan Re-orientasi : Sejarah, Sastra, Literatur, dan Budaya Bagi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia Fakultas adab dan Humaniora UIN STS Jambi Adakah Seminar Ilmiah Bagi dosen yang bertempat di Gedung MUI Provinsi Jambi pada Kamis (01/12/2022).

Menurut Prof, Dr, Sukron Kamil (Guru Besar SPS dan FAH UIN Jakarta) Kajian sejarah: Kurang Signifikan. Sebagaimana kajian BSA, Terlalu kuat perspektif politik (Meski bukan dalam arti Kontruksi ilmu yang dipengaruhi kekuasaan dalam arti luas). Kurang Perspektif budaya (meski Namanya SPI/SKI), juga kurang perspektif ekonomi: kajian yang deskriptif, kurang maksimal dan sebagiannya masih bersifat “istana sentris”

Itu berbeda dengan ibnu Khaldun (1332-1406) yang mengkritisi sejarah dengan kajian empiris dan rasional berdasarkan teori ‘ashabiyyah (Kesukuan) dan keharusan. Sejarawan ikut menyelesaikan masalah masyarakatnya.

Kajian islam yang tidak ada perdebatan ilmiah, tidak terintegritas dengan ilmu modern. Dan terutrama bersifat parsial, tidak strukturalis.

Pengajaran IB yang tidak bebasis “kampus merdeka” (Mahasiswa sebagai subjek dan belajar diluar kelas) dan juga disruption TI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899