Jambi, Berita Online, 17/12/2025. Sebanyak empat dosen Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi resmi menerima sertifikat kompetensi pada bidang Kecerdasan Artifisial dengan klasifikasi “PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PROSES DATA”.

. Penyerahan sertifikat dilaksanakan secara langsung pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora,. Dr. Dian Mursyidah, M.Ag., yang turut didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan.Dr. Diana Rozalen, M.Hum, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Prof. Dr. Dr. Maryani, M.HI, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Muhammad Fadhil, M.Ag.
Dalam sambutannya, Dr. Dian Mursyidah, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas capaian para dosen yang telah menerima Sertifikat kompetensi dengan baik. Ia mengungkapkan rasa syukur karena seluruh peserta dari Fakultas Adab dan Humaniora dinyatakan lulus.
“Ini merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam mendorong peningkatan kompetensi dosen secara berkelanjutan. Dengan sertifikasi ini, para dosen diharapkan semakin profesional dan mampu memberikan kontribusi maksimal dalam tridarma perguruan tinggi,” ujar Dr. Dian Mursyidah, M.Ag.
Adapun Empat dosen FAH yang dinyatakan lulus dan menerima sertifikat pendidik adalah:
Rory Ramayanti, M.IP, – Sekretaris Program Studi Ilmu Perpustakaan
Nailul Husna, M.A – Sekretaris Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Nora Erisha, M.A – Gugus Jaminan Mutu Fakultas Adab dan Humaniora
Shinta Fitria Utami, M.A – Dosen Bahasa dan Sastra Arab
Sertifikat ini menjadi langkah penting dalam pemenuhan standar profesionalisme dosen di lingkungan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, khususnya di Fakultas Adab dan Humaniora. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dian Mursyidah, M.Ag juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dosen yang menerima sertifikat, seraya mengingatkan pentingnya terus menjaga mutu pendidikan dan integritas akademik.
“Sertifikasi bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pijakan untuk terus berkembang. Saya berharap capaian ini memotivasi dosen lain untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas layanan akademik,” tutur Dekan FAH.
