DEWASA INI, penggunaan teknologi terus dikembangkan dan dimaksimalkan dalam berbagai bidang kehidupan. Di bidang penelitian, bermunculan perangkat lunak (software) yang dapat mempermudah baik proses maupun penulisan laporan penelitian.

Murjoko, staf Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, mengatakan hal itu dalam mini-workshop bertajuk Research Tools: Mendeley, Kamis (18/2) di Melayu Institute, Fakultas Adab dan Humaniora. “Di tempat kita, penggunaan softwere penelitian seperti Mendeley tidak populer,” katanya. “Akibatnya, penulisan karya ilmiah, terutama pengaturan sitasinya, sering menjadi persoalan yang merumitkan.”

Kerumitan bertambah karena banyak jurnal atau penerbit mensyaratkan cara perujukan atau sitasi yang berbeda-beda. Beberapa bahkan tidak dikenal dan jarang digunakan di Indonesia. “Walhasil, publikasi karya ilmiah sering terkendala hal-hal kecil seperti sitasi,” kata Murjoko yang menjadi instruktur dalam mini-workshop.

Mini-workshop yang diadakan oleh Melayu Institute tersebut mengenalkan salah satu perangkat lunak yang banyak digunakan dalam penulisan hasil penelitian, yaitu Mendeley. Cara instalasi, pendaftaran (sign-up), serta berbagai trik pengelolaan sitasi dan daftar acuan dengan Mendeley disampaikan dalam mini-workshop itu.

Beberapa dosen dan mahasiswa hadir dalam mini-workshop tersebut. Terjadi dialog yang cair antara instruktur dan peserta. Tak jarang Murjoko harus mondar-mandir ke meja-meja peserta untuk membantu mereka memahami perangkat lunak yang baru terinstal di komputer jinjing mereka.

Asih Pratiwi, seorang mahasiswi tingkat akhir yang menjadi peserta, mengatakan bahwa kegiatan itu bermanfaat sekali bagi mahasiswa seperti dirinya. “Perangkat lunak ini sangat bermanfaat sekali, memudahkan untuk menulis skripsi,” katanya.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. Suaidi, Ph.D. menyambut baik kegiatan mini-workshop Mendeley. Dia berjanji akan membuat pelatihan dengan skala lebih luas khusus untuk para dosen.

“Jadi selain menyediakan dana penelitian yang dikelola Pusat Penelitian dan membuat kebijakan honor bimbingan penelitian tugas akhir yang lebih besar, kita juga mendorong melalui pelatihan-pelatihan bahasa dan research tools,” tutur Suaidi. “Muara akhirnya, kita ingin para dosen lebih produktif melakukan penelitian dan mempublikasikan karya mereka di jurnal-jurnal yang bergengsi.”[mha]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *